Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Saturday, December 14, 2013

De Rouille et d'Os


De rouille et d'os (Inggris: Rust and Bone) adalah film drama romantis Perancis-Belgia dirilis tahun 2012. Film ini disutradarai oleh Jacques Audiard, dibintangi Marion Cotillard dan Matthias Schoenaerts. De rouille et d'os diangkat berdasarkan kumpulan cerita pendek Craig Davidson dengan judul yang sama. Film ini bercerita tentang seorang pria pengangguran berumur 25 tahun yang jatuh cinta dengan seorang pelatih ikan paus pembunuh. Film ini bersaing untuk mendapatkan Palme d'Or di Cannes Film Festival 2012 dan mendapatkan standing ovation selama sepuluh menit di akhir pemutarannya. Selain itu film ini juga pernah dinominasikan dalam Screen Actors Guild Award, Golden Globe, BAFTA Awards dan masuk dalam sembilan kategori nominasi di César Awards.
Sinopsis
Ali, berumur 25 tahun, seorang pengangguran dan mempunyai seorang anak yang bernama Sam. Mereka tiba di Antibes, Perancis selatan, untuk mencari pekerjaan. Karena tidak memiliki uang, ia menumpang di rumah adiknya, Anna, yang juga memiliki masalah dengan uang dan dia mempunyai pekerjaan yang tak tetap.
Ali mendapat pekerjaan sebagai tukang pukul di sebuah klub malam tapi sebenarnya dia masih menyimpan hasratnya untuk kick boxing. Suatu malam di klub, Ali bertemu Stéphanie, seorang gadis cantik yang baru saja bertengkar. Ali mengantarkannya ke rumahnya karena Stéphanie terluka dalam perkelahian itu. Ali pun meninggalkan nomor teleponnya untuk Stéphanie.



Saturday, December 7, 2013

38 Témoins



38 Témoins (38 Saksi) adalah film drama Prancis-Belgia yang ditulis dan disutradarai oleh Lucas Belvaux. Film yang dirilis pada tahun 2012 ini merupakan hasil adaptasi dari novel karya Didier Decoin yang berjudul Est-ce ainsi que les femmes meurent ? Film ini menjadi film yang paling membuat saya penasaran dari semua film yang pernah saya tonton.



Sinopsis


Penduduk kota Havre lebih tepatnya di jalan Paris sedang terguncang akibat pembunuhan sadis seorang gadis di malam hari. Louise Morvand baru pulang dari Shanghai keesokan harinya dan merasakan suasana yang tidak enak. Dia bertanya kepada tetangga dan dari situ dia tahu bahwa ada pembunuhan di lingkungannya. Penduduk sekitar yang diinterogasi oleh polisi mengaku tidak tahu apa-apa, tidak mendengar dan tidak melihat apa-apa. Mereka sedang tertidur pulas saat kejadian pembunuhan berlangsung. Pierre Morvan, tunangan Louise, adalah seorang nahkoda pelabuhan untuk memandu kapal kontainer untuk memasuki pelabuhan Perancis. Polisi belum menginterogasi Pierre. 


Pierre mengaku pada Louise bahwa di malam pembunuhan itu dia pulang terlambat dari pelabuhan dan tidak mengetahui adanya pembunuhan. Namun, saat Louise tidur, Pierre yang trauma menceritakan dengan suara lirih apa yang sebenarnya terjadi. Malam pembunuhan, Pierre dibangunkan oleh teriakan keras dari luar. Bertanya-tanya apakah ia tidak bermimpi, lalu ia mendekati jendela di mana ia melihat seseorang yang berjalan terseok di lobi gedung. 

Saturday, November 30, 2013

Les Émotifs Anonymes



Les Émotifs Anonymes (Inggris: Romantics Anonymous) adalah film komedi romantis Prancis-Belgia yang disutradarai oleh Jean-Pierre Améris. Pemeran utama dalam film ini adalah aktris Prancis Isabelle Carré dan komedian Belgia Benoît Poelvoorde. Bagaimana jika dua orang yang sangat teramat pemalu dan sensitif bertemu dan jatuh cinta? Film ini menyajikan kisah cinta yang sangat unik, beda dengan kisah cinta lainnya. Dua orang pemalu + coklat = cinta !


Sinopsis


Angélique Delange adalah seorang pembuat cokelat berbakat, tetapi juga emosional (dalam hal ini sangat sensitif dan pemalu). Sebelumnya dia bekerja di sebuah toko coklat yang terkenal bernama Mercier. Coklat buatan Angélique membuat Mercier semakin terkenal tapi karena dia sangat pemalu maka dia meminta kepada tuan Mercier agar namanya dianonimkan. Selama tujuh tahun Angélique bekerja untuk Mercier hingga akhirnya Mercier meninggal dunia. Tak ingin identitasnya diketahui orang lain, terpaksa Angélique harus mencari pekerjaan baru. 


Sunday, November 24, 2013

L’Écume des Jours



L'Écume des jours (Inggris: Mood Indigo) adalah sebuah film Perancis yang ditulis dan disutradarai oleh Michel Gondry. Film ini dibintangi oleh Romain Duris dan Audrey Tautou. L'Ecume des jours merupakan adaptasi dari novel Boris Vian pada tahun 1947 yang bernama Froth on the Daydream atau dalam edisi Amerikanya berjudul Foam of the Daze. Bagi penggemar aktris Perancis Audrey Tatou, film ini bisa jadi film yang kalian ga boleh lewatkan.

Sinopsis

Colin, lelaki yang idealis dan inventif, mempunyai kehidupan yang menyenangkan. Dia kaya, suka makan makanan yang dibuat oleh asistennya, Nicolas, suka menikmati pianocktail (perpaduan piano dan alat pembuat cocktail) dan dia senang bergaul dengan sahabatnya, Chick. 

Colin merasa hidupnya sudah sempurna hingga suatu hari saat dia sedang makan siang dengan Chick, Chick menderitakan bahwa dia telah bertemu seorang wanita yang bernama Alise. Chick menjelaskan kalau dia sangat senang karena mereka berdua mempunyai kegemaran yang sama: penulis yang bernama Jean-Sol Partre. Pada saat itu Colin merasa kalau hidupnya belumlah sempurna, dia juga harus menemukan sosok gadis idamannya yang bisa membuatnya jatuh cinta. 

Sunday, November 10, 2013

Les Adieux à la Reine



Les Adieux à la Reine (Selamat tinggal Ratuku) adalah film drama Perancis keluaran 2012 yang disutradarai oleh Benoît Jacquot. Film ini berdasarkan novel dengan judul  yang sama, dikarang oleh Chantal Thomas. Novel tersebut memenangkan Prix Femina tahun 2002. Dibintangi oleh Diane Kruger sebagai Ratu Marie Antoinette, Léa Seydoux, dan Virginie Ledoyen.


Sinopsis
Pada tahun 1789, pada malam Revolusi Perancis, pengadilan di Istana Versailles masih
melakukan rutinitas mereka. Mereka relatif tidak memperdulikan gejolak yang meningkat di Paris yang hanya dua puluh mil jauhnya dari Versailles. Rutinitas istana terlihat melalui mata muda Sidonie Laborde , yang melayani Ratu Marie Antoinette .



Saturday, November 9, 2013

Des Gens Qui S’Embrasent


 

Des Gens Qui S’Embrasentadalah sebuah film Perancis yang disutradarai oleh Danièle Thompson dan dirilis pada tahun 2013. 


Sinopsis


Sangat tragis penguburan istri Zef sementara Roni menikahkan putrinya di saat yang bersamaan! Konflik ini memperburuk hubungan antara dua bersaudara Zef dan Ron yang sudah lama tak berkomunikasi akibat perbedaan-perbedaan yang mereka berdua miliki seperti: pekerjaan, perempuan, keteguhan akan agama yang dianut Zef sementara Roni sangat hedonis. Tapi ada juga hal-hal yang menyatukan keduanya, yakni bapak mereka yang sudah sangat tua dan pikun serta dua anak perempuan mereka yang saling menyayangi dan sangat dekat. Berlatar di London, Paris, Saint Tropez dan New York, bentrokan, kesalahpahaman, dan pengkhianatan akan meledakkan hubungan kekeluargaan mereka. Namun berkat perselisihan keluarga itulah, muncul sebuah (atau mungkin dua) kisah cinta yang indah...
Zef dan Roni

Saturday, April 27, 2013

RICKY, A Miraculous Baby



RICKY adalah film Perancis yang disutradarai oleh François Ozon dan rilis pada tahun 2009. Film ini diadaptasi dari novel berjudul MOTH (dalam bahasa Inggris) atau LÉGER COMME L’AIR (dalam bahasa Perancis) karya Rose Tremain, seorang novelis berkebangsaan Inggris. Film ini dibintangi oleh aktris dan komedian Perancis, Alexandra Lamy, yang terkenal melalui sitkom Un gars, une fille yang berperan sebagai Katie. Ricky mendapatkan beberapa nominasi di Berlinale 2009 (Festival Film Berlin).


Sinopsis

Katie, seorang ibu dan orang tua tunggal tinggal di sebuah apartemen kecil dengan anak perempuannya yang bernama Lisa. Katie berjuang untuk bisa memenuhi semua kebutuhan Lisa dengan bekerja di sebuah pabrik kimia. Kesibukannya ibunya dan ketidakhardiran seorang ayah membuat Lisa merasa kurang kasih sayang dan kurang diperhatikan. Sementara itu Katie juga merasa kesepian tanpa kehadiran pria di hidupnya. 

Beberapa lama kemudian di pabrik tempat dia bekerja, dia bertemu dengan Paco seorang rekan kerja dari Spanyol. Berawal dari pembicaraan yang sederhana, mereka berdua menjadi sepasang kekasih dan Katie pun hamil. Kemudian Katie melahirkan bayi laki-laki dan diberi nama Ricky sesuai dengan permintaan Lisa. Katie dan Paco membesarkan Ricky dan Lisa di apartemen kecil mereka. Tak lama kemudian, Katie, Lisa dan Paco menyadari bahwa Ricky bukanlah bayi biasa…


Sunday, April 21, 2013

JE VAIS BIEN, NE T'EN FAIS PAS



Je vais bien, ne t’en fais pas (Don't Worry, I'm Fine) adalah film Perancis yang disutradarai oleh Philippe Lioret. Film ini dirilis pada tahun 2006 dan merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama yang terbit pada tahun 2001 ditulis oleh Olivier Adam. Dibintangi oleh empat pemain utama, yakni Kad Merad, Mélanie Laurent, Julien Boisselier, dan Isabelle Renauld. Film ini dinominasikan menjadi Film Terbaik César tahun 2007. Meskipun tidak berhasil merebut nominasi itu tapi mungkin film ini akan menjadi film yang akan membuatmu paling penasaran!

Sinopsis


Élise Tellier atau biasa dipanggil Lili, 19 tahun, baru saja pulang berlibur dari Barcelona bersama temannya. Dia dijemput kedua orang-tuanya di terminal bus. Begitu sampai rumah, dia mengetahui kalau saudara laki-laki kembarannya, Loïc,  telah pergi dari rumah karena pertengkaran hebat dengan ayahnya. Pertengkaran antara ayah dan saudaranya itu sering terjadi namun baru kali ini Loïc meninggalkan rumah. 

Hari demi hari berlalu, masih tidak ada kabar dari Loïc. Lili pun semakin khawatir, dia terus meninggalkan pesan di ponsel Loïc tapi tidak pernah ada balasan. Tapi Lili merasa kalau kedua orang tuanya tenang-tenang saja, tidak berusaha untuk mencari Loïc dan bahkan ayahnya menghindari percakapan mengenai Loïc. Berminggu-minggu berlalu tanpa kabar dari Loïc, Lili menjadi stress. Dia tidak nafsu makan lagi dan menolak untuk makan sampai akhirnya dia harus masuk ke Rumah Sakit karena kondisi tubuhnya sangat lemah. 
Lili dan Orang Tuanya

Wednesday, April 10, 2013

Camille Redouble


Camille Redouble adalah film Perancis yang disutradarai oleh Noémie Lvovsky, rilis pada tanggal 12 September 2012. Pemeran utama dalam film ini adalah sang sutradara sendiri yang berperan sebagai Camille. Noémie selain seorang sutradara, dia ternyata sudah bermain di banyak film lainnya. Film yang dia bintangi di tahun 2013 ini diantaranya adalah Week-ends, Jacky au royaume des filles, dan Chez nous c'est trois. Camille Redouble dinominasikan sebagai Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Noémie Lvovsky) dan Aktris Terbaik (Noémie Lvovsky) di penghargaan Cesar tahun 2012 lalu tetapi ketiga kategori itu dimenangkan oleh film AMOUR karya Michael Haneke.
 
Sinopsis
Camille bertemu Eric pada usia 16 tahun, dia adalah pria pertama dan terakhir dalam hidupnya. Mereka jatuh cinta dan saat masih di usia remaja, mereka memiliki seorang putri. Ibu Camille tidak pernah tahu kalau dia akan menjadi seorang nenek karena dia meninggal beberapa jam sebelum Camille mengatakan kepadanya.

Friday, April 5, 2013

COMME DES FRERES, 3 Friends But 1 Love

Comme Des Frères adalah sebuah film panjang pertama karya Hugo Gélin, rilis pertama kali pada tanggal 21 November 2012. Pada 2000-an, Hugo Gélin sedang membuat film pertamanya, tapi tak lama sebelum syuting dimulai, sebuah distributor mengundurkan diri dari proyek itu. Hugo kemudian menciptakan sebuah perusahaan produksi baru, Zazi Films, dan mulai persiapan tiga buah film, termasuk Comme Des Frères. Cerita ini sebagian terinspirasi oleh persahabatan antara sang sutradara yang berusia 30 tahun dan dua orang temannya, berusia 20 dan 40 tahun. Bagi Hugo Gélin, persahabatan mereka agak tidak biasa dan jarang diangkat ke layar bioskop. Comme Des Frères juga didedikasikan bagi Jocelyn Quivrin, salah satu sahabat baik Hugo Gélin yang meninggal selama penulisan skrip film dan akhirnya Hugo memutuskan untuk menjadikan film ini sebuah film komedi.


Director: Hugo Gelin
Scenario: Hugo Gelin, Romain Protat & Hervé Mimran
First Assistant Director: Jean-Baptiste Pouilloux
Script Writer: Nina Lisa-Rives
Sound: Olivier Peria
Costume Designer: Isabelle Mathieu
Production House : Zazi Films & Stone Angels
Country: France
Genre: Comedy
Release Date: 21 November 2012
Duration: 104 minutes
Starring:
François-Xavier Demaison (Boris Naillac)
Nicolas Duvauchelle (Élie)
Pierre Niney (Maxime)
Mélanie Thierry (Charlie) 


Saturday, March 30, 2013

AMOUR, A Great LOVE Story


    Title : Amour
    Directed by : Michael Haneke
    Scenario : Michael Haneke
    Production : Margaret Ménégoz (Les Films du Losange),  Stefan Arndt (X Filme), 

 Veit  Heiduschka,  Michael Katz (Wega Film)
    Distribution :  France : Les Films du Losange
    Budget : 8 100 000 euros
    Countries : Austria and France
    Genre : Drama
    Release Date : France, October 24, 2012

   
Saya sebagai salah seorang penggemar film romantis dan film Perancis, begitu mendengar ada film yang berjudul AMOUR, saya langsung tertarik untuk menontonnya. Film ini mendapatkan piala OSCAR untuk kategori Film Asing Terbaik pada tanggal 24 Februari 2013. Saya menonton film ini beberapa pekan sebelum OSCAR berlangsung dan saya sendiri mengakui kalau film ini sangat layak mendapatkan OSCAR. 


AMOUR sebuah kata dalam bahasa Perancis yang berarti cinta, merefleksikan keseluruhan cerita dari film ini sendiri. AMOUR adalah sebuah film franko-austria yang disutradarai oleh Michael Haneke dan dirilis pertama kali pada 24 Oktober 2012 di Perancis. Terdapat dua pemeran utama dalam cerita film yang juga didanai sebagian oleh Uni Eropa ini, peran utama pria yang bernama Georges (diperankan oleh Jean-Louis Trintignant) dan peran utama wanita bernama Anne (diperankan oleh Emmanuelle Riva). 

NOUS YORK, Story of French Guys in New York

Michael, Nabil dan Sylvain, tiga sekawan yang berusia tiga puluhan tahun berasal dari Nanterre, Perancis, mendarat di New York untuk membuat kejutan ulang tahun Samia, teman masa kecil mereka. Gabriellesahabat sejati mereka, dialah yang telah mengatur kejutan itu. Gabrielle dan Samia meninggalkan kota mereka selama dua tahun untuk mencoba keberuntungan mereka di Amerika Serikat. Samia bekerja sebagai asisten pribadi untuk seorang aktris terkenal dan dia tinggal di apartemen yang bagus milik aktris itu. Sedangkan Gabrielle bekerja di rumah jompo di mana dia sangat dekat dengan salah seorang penghuni rumah jompo itu, Nyonya Hazan, wanita paruh baya Perancis yang ditempatkan di sana oleh anak-anaknya.
 
Berada di New York, persahabatan mereka adalah hal yang sangat penting dalam menghadapi beberapa persoalan yang mereka temui selama di Big Apple. Michael, Nabil dan Sylvain beberapa kali berpindah tempat menginap. Mereka pun sempat kehabisan uang. Tapi meskipun begitu mereka sangat menikmati jalan-jalan di kota New York. Permasalahan hidup masing-masing dari kelima peran utama yang telah mereka tinggalkan di Perancis mau tak mau kali ini harus mereka hadapi di New York.


INTOUCHABLES, Touching and Funny!


Ketika Festival Sinema Perancis akan digelar di Bandung, saya mencari synopsis beberapa film Perancis yang akan diputar agar saya bisa menentukan ingin menonton film yang mana karena sepertinya saya hanya akan punya waktu untuk menonton satu film saja. Begitu membaca synopsis dan melihat trailer film Intouchables, saya langsung tertarik dan keputusan saya bulat bahwa saya akan menonton film ini. Sepertinya film yang lain yakni Comme Un Chef juga seru, tapi saya tetap lebih memilih Intouchables. Lalu saya menonton film ini di Trans Studio Mall XXI (Bandung Super Mall), tempat diselenggarakannya Festival Sinema Perancis 2013. Saya menonton dengan beberapa sahabat saya dan beberapa murid yang saya ajar bahasa Perancis di Museum. Bahkan di sana saya juga bertemu beberapa dosen kampus.

Sebelum pemutaran film Intouchables, pihak Institut Français d’Indonésie (IFI) memutar film pendek Indonesia hasil kompetisi yang diselenggarakan IFI. Film pendeknya menurut saya cukup vulgar dan sadis, lalu kami semua dikagetkan oleh sepasang suami istri yang juga kaget dengan film pendek itu dan mereka berdiri sambil protes “Apa-apaan ini? Masa di bioskop diputer film begituan? Gimana kalau ada anak kecil?! Ga pantes banget! Ini pihak Perancis yang muternya? Siapa penanggung jawabnya? Saya mau protes!” Suara mereka cukup keras dan mereka lalu pergi meninggalkan teater, entah apa yang terjadi selanjutnya. Kami cuma bisa saling liat dan memang kami akui film pendeknya cukup provokatif. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...